Perang Ragnarok telah berakhir. Para SISWA berterima kasih atas jasa para GURU yang telah mendidik mereka sampai sejauh ini. Meskipun tidak semuanya. Di tengah keadaan yang mengharukan itu... "Apa yang kau rencanakan!?" tanya Ibnu pada Khaled yang muncul di hadapan mereka. "Aku hanya ingin berterima kasih pada kalian, makhluk-makhluk menyedihkan yang dengan bodohnya mau menghadapi BIGSOME sampai sejauh ini... Dengan ini, keinginanku untuk menjadi eksistensi yang melampaui kalian akan segera terwujud, bersama teman-temanku!!!" Khaled menatap Ibnu dengan tatapan merendahkan. "Menyedihkan..." Kemudian dia pergi bersama dua orang temannya. "Jangan pergi!" ZIZ melempar BMS (Bumerang Mikrometer Sekrup) untuk menghentikan mereka, namun tak berhasil. "Cih!" Beberapa orang datang menjemput Khaled dan dua orang temannya. "Kejarlah kami kalau bisa! Hahaha!!!"
Keadaan menjadi hening, namun ekspresi mereka macam-macam. Ada yang tenang, ada yang bingung, ada yang sedikit tersinggung, dan ada yang tertawa senang sekaligus kesal. "Khekhekhe... Mereka pikir mereka siapa? Seenaknya datang menjelek-jeleki kita lalu pergi begitu saja... Hih! Don't shit with me!!!" ZIZ kehilangan kendali emosinya dan tanpa sudar sudah memecahkan satu pot dengan kakinya. "Ayo kita kejar," ajak Ardhie tenang. Mereka pun pergi untuk mengejar orang-orang itu sementara Ibnu, Ovid, John, dan Willy pergi ke tempat lain untuk mengurus sesuatu. "Let's finish our nemesis!!!"
Khaled bersama para kaki-tangannya melesat dengan kendaraannya masing-masing. Ekspresi penuh kemenangan tampak pada wajah mereka, seakan mereka sudah 100% menang tanpa halangan. "Hahaha! Dengan ini kemenangan ada di tangan kami..." ucap Khaled dengan mantap. "BMS..." Tiba-tiba sesuatu melesat, merusak formasi Khaled dkk. "Apa!?" Mereka berhenti dan melihat ke belakang. "Kau! Berani-beraninya!" teriak Qbenk. "Heh... Apa kalian pikir kalian raja?" tanya ZIZ dengan nada orang yang benar-benar kesal, bagaikan kesetanan. "Bahkan dengan adanya tukang hasut itu membuat kalian makin tak layak untuk menjadi raja..." tambahnya sambil melirik seseorang yang sedikit mengumpat di barisan Khaled dkk. "Majulah kalau berani," tantang ZIZ.
"Kau mau mati ya? Akak kubuat kau merasakan mati!" ucap Khaled. "Mati? Asal kau tahu ya, aku sudah pernah mati dan bangkit dari dasar neraka," ujar ZIZ dengan tatapan bagaikan setan. Di belakangnya hanya ada Ardhie, David, Yudi, dan Abi. Tidak sebanding dengan Khaled yang berada di belakang Qbenk, Anita, Kyo, Fenny, Gayuh, Fajar, Dita, Novi, dan Gallant. "Sepertinya tidak harus semuanya turun tangan sekarang... Dita, Novi, Fenny, Gallant, Gayuh, habisi mereka!" perintah Khaled dan pergi bersama kaki-tangannya yang tersisa. "Aku bahkan tidak kenal beberapa..." ucap ZIZ.
ZIZ menghadapi Gayuh, David melawan Gallant, sementara Ardhie, Yudi, dan Abi melawan sisanya. "Gayuh... Jadi kau mau melawan orang yang satu tempat denganmu dulu ya?" tanya ZIZ. "Ini perintah Khaled, aku tidak mau menolak," jawab Gayuh. "Aku bisa sedikit mengerti alasan itu. Tapi asal kau tahu saja, di pihak kami pun ada orang yang lebih kuat dari dia," ucap ZIZ sambil melirik salah satu kawannya. Gayuh sedikit terkejut begitu dia ingat orang itu. Gayuh pun mengurungkan niatnya untuk bertarung. "Apa maumu?" tanya Gayuh. "Jangan halangi kami, itu saja," jawab ZIZ. Sementara itu, David sedikit kewalahan menghadapi Gallant. "JSH (Jangka Sorong Hammer)!" ZIZ memukul Gallant dari belakang dengan Jangka Sorong di tangan kanannya lalu menendangnya. "Tak ada waktu lagi..." ucap ZIZ lalu melanjutkan pengejaran dengan kecepatan yang tidak seperti biasanya. David terkejut melihat ada darah yang menetes dari perut ZIZ. "Sial... Di saat seperti ini..." Luka di perutnya menganga.
***
Beberapa hari sebelum Ragnarok, ZIZ menghadapi Sensei bersama beberapa SISWA dari S3 dalam rangka menguji Japon Bomb. Ketika itu ZIZ menggunakan bahan metalium alloy sebagai pembungkusnya. Saat melempar Japon Bomb, Sensei menyerangnya sehingga bom itu terlempar ke atas dan meledak sehingga pecahan-pecahan bom tersebut memberi luka yang parah pada ZIZ dan Meyda serta beberapa orang temannya. Luka yang cukup parah sehingga belum pulih sampai sekarang. Dan kini luka itu terbuka.
ZIZ dan David sudah melanjutkan pengejaran sementara Yudi, Ardhie, dan Abi berhasil menaklukkan para wanita yang bertarung dengan mereka dengan memanfaatkan ketampanan Yudi sehingga mereka terhanyut dan mau membuka jalan untuk mereka. Mereka pun ikut mengejar. Di saat yang sama di suatu tempat, beberapa orang bangkit dari latihan neraka. Mereka sudah dipesankan oleh Ovid untuk membantunya bila saatnya tiba. Kini mereka berangkat menuju tempat pertarungan yang ditetapkan. "Akan kita balas kekalahan waktu itu..." Ibnu yang telah menyelesaikan tugasnya memberi pesan kepada Dozo, dan ditanggapi dengan baik olehnya. "Pesan dari mas Ibnu..." Dozo pun pergi ke suatu tempat di sektor A1. Tanpa disadari, dunia yang sempat damai itu sekali lagi dipenuhi pertempuran.
Keadaan menjadi hening, namun ekspresi mereka macam-macam. Ada yang tenang, ada yang bingung, ada yang sedikit tersinggung, dan ada yang tertawa senang sekaligus kesal. "Khekhekhe... Mereka pikir mereka siapa? Seenaknya datang menjelek-jeleki kita lalu pergi begitu saja... Hih! Don't shit with me!!!" ZIZ kehilangan kendali emosinya dan tanpa sudar sudah memecahkan satu pot dengan kakinya. "Ayo kita kejar," ajak Ardhie tenang. Mereka pun pergi untuk mengejar orang-orang itu sementara Ibnu, Ovid, John, dan Willy pergi ke tempat lain untuk mengurus sesuatu. "Let's finish our nemesis!!!"
Khaled bersama para kaki-tangannya melesat dengan kendaraannya masing-masing. Ekspresi penuh kemenangan tampak pada wajah mereka, seakan mereka sudah 100% menang tanpa halangan. "Hahaha! Dengan ini kemenangan ada di tangan kami..." ucap Khaled dengan mantap. "BMS..." Tiba-tiba sesuatu melesat, merusak formasi Khaled dkk. "Apa!?" Mereka berhenti dan melihat ke belakang. "Kau! Berani-beraninya!" teriak Qbenk. "Heh... Apa kalian pikir kalian raja?" tanya ZIZ dengan nada orang yang benar-benar kesal, bagaikan kesetanan. "Bahkan dengan adanya tukang hasut itu membuat kalian makin tak layak untuk menjadi raja..." tambahnya sambil melirik seseorang yang sedikit mengumpat di barisan Khaled dkk. "Majulah kalau berani," tantang ZIZ.
"Kau mau mati ya? Akak kubuat kau merasakan mati!" ucap Khaled. "Mati? Asal kau tahu ya, aku sudah pernah mati dan bangkit dari dasar neraka," ujar ZIZ dengan tatapan bagaikan setan. Di belakangnya hanya ada Ardhie, David, Yudi, dan Abi. Tidak sebanding dengan Khaled yang berada di belakang Qbenk, Anita, Kyo, Fenny, Gayuh, Fajar, Dita, Novi, dan Gallant. "Sepertinya tidak harus semuanya turun tangan sekarang... Dita, Novi, Fenny, Gallant, Gayuh, habisi mereka!" perintah Khaled dan pergi bersama kaki-tangannya yang tersisa. "Aku bahkan tidak kenal beberapa..." ucap ZIZ.
ZIZ menghadapi Gayuh, David melawan Gallant, sementara Ardhie, Yudi, dan Abi melawan sisanya. "Gayuh... Jadi kau mau melawan orang yang satu tempat denganmu dulu ya?" tanya ZIZ. "Ini perintah Khaled, aku tidak mau menolak," jawab Gayuh. "Aku bisa sedikit mengerti alasan itu. Tapi asal kau tahu saja, di pihak kami pun ada orang yang lebih kuat dari dia," ucap ZIZ sambil melirik salah satu kawannya. Gayuh sedikit terkejut begitu dia ingat orang itu. Gayuh pun mengurungkan niatnya untuk bertarung. "Apa maumu?" tanya Gayuh. "Jangan halangi kami, itu saja," jawab ZIZ. Sementara itu, David sedikit kewalahan menghadapi Gallant. "JSH (Jangka Sorong Hammer)!" ZIZ memukul Gallant dari belakang dengan Jangka Sorong di tangan kanannya lalu menendangnya. "Tak ada waktu lagi..." ucap ZIZ lalu melanjutkan pengejaran dengan kecepatan yang tidak seperti biasanya. David terkejut melihat ada darah yang menetes dari perut ZIZ. "Sial... Di saat seperti ini..." Luka di perutnya menganga.
***
Beberapa hari sebelum Ragnarok, ZIZ menghadapi Sensei bersama beberapa SISWA dari S3 dalam rangka menguji Japon Bomb. Ketika itu ZIZ menggunakan bahan metalium alloy sebagai pembungkusnya. Saat melempar Japon Bomb, Sensei menyerangnya sehingga bom itu terlempar ke atas dan meledak sehingga pecahan-pecahan bom tersebut memberi luka yang parah pada ZIZ dan Meyda serta beberapa orang temannya. Luka yang cukup parah sehingga belum pulih sampai sekarang. Dan kini luka itu terbuka.
ZIZ dan David sudah melanjutkan pengejaran sementara Yudi, Ardhie, dan Abi berhasil menaklukkan para wanita yang bertarung dengan mereka dengan memanfaatkan ketampanan Yudi sehingga mereka terhanyut dan mau membuka jalan untuk mereka. Mereka pun ikut mengejar. Di saat yang sama di suatu tempat, beberapa orang bangkit dari latihan neraka. Mereka sudah dipesankan oleh Ovid untuk membantunya bila saatnya tiba. Kini mereka berangkat menuju tempat pertarungan yang ditetapkan. "Akan kita balas kekalahan waktu itu..." Ibnu yang telah menyelesaikan tugasnya memberi pesan kepada Dozo, dan ditanggapi dengan baik olehnya. "Pesan dari mas Ibnu..." Dozo pun pergi ke suatu tempat di sektor A1. Tanpa disadari, dunia yang sempat damai itu sekali lagi dipenuhi pertempuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar