Minggu, 21 September 2014

Zadoy Chronicle X - 10

Setelah berhasil menghadapi beberapa tangan Khaled, ZIZ beserta David, Ardhie, Yudi, dan Abi terus melanjutkan pengejaran. Tapi karena luka di perut ZIZ yang menganga, mereka tidak bisa melakukan pengejaran dengan kecepatan penuh. "Kalian pergilah duluan," ucap ZIZ berhenti melangkah. "Tapi bagaimana denganmu?" tanya Ardhie. "Tenang saja, aku sudah memanggil bantuan," ucap ZIZ. Mereka berpikir sebentar, kemudian pergi meninggalkan ZIZ. "Jaga dirimu," kata Yudi. ZIZ mengacungkan jempol sambil tersenyum.

"Andini, cepatlah datang," kata ZIZ yang duduk terdiam karena lukanya. Darah terus menetes melewati tangan kirinya yang menahan lukanya. "Apa aku berakhir disini?" ucap ZIZ pesimis sambil tertawa kecil. "Habislah..." ucap seseorang. Mendadak muncul bola-bola cahaya berwarna hijau dan meledak begitu saja. ZIZ terhempas dan terguling di tanah. "Aduh duh duh..." ZIZ mengerang kesakitan, sedikit tertawa juga. "Siapa sih yang bercandanya kelewatan ini?" ucap ZIZ. Dilihatnya siapa yang melakukannya. "Huh, kalian ya?" Anita dan Qbenk berdiri di hadapan ZIZ yang terkapar. "Yang kuminta siapa, yang datang siapa..." Mereka berdua mengeluarkan bola-bola itu sekali lagi. "Mati aku..."

"Qbenk!" panggil seseorang. Qbenk berhenti melakukan serangan dan melihat ke asal suara. "Ibnu!" Qbenk merasa senang melihat keberadaan Ibnu dan menantangnya untuk kesekian kalinya. "Ibnu, ayo kita lihat siapa yang lebih kuat!" ucapnya lantang. Ibnu menerima duel tersebut. "Kalau cuma orang tak berdaya, aku juga bisa mengalahkannya sendirian," ucap Anita. "Bodohnya..." Tanpa disadari, ZIZ sudah bangkit dengan persenjataan lengkap. "Kau terlalu arogan," ucapnya. Anita terdiam. "Kita selesaikan saja secara damai, hai tukang hasut," ucap ZIZ dengan tenang. "Siapa yang tukang hasut!?" "Kau tidak merasa ya? Wajar saja, kau kan memang begitu. Aku jadi tertawa kalau ingat bagaimana kau menceritakan semua kejadian itu dengan modifikasi secara subjektif sehingga kau selalu terlihat benar," ucap ZIZ. "Aku memang selalu benar!" bantah Anita. "Arogan..." Mental ZIZ meningkat.

Anita melepaskan dimensinya sendiri. Di dalam dimensinya, dia memanggil orang-orang yang telah berhasil dipengaruhinya. Terbuka beberapa lobang hitam disekitarnya. Dari sana keluar beberapa orang secara perlahan. "BMS..." Dengan cepat ZIZ menghancurkan gerbang tersebut. "Ayo kita selesaikan dengan dua lawan dua," ucap ZIZ dengan Andini di sampingnya. "Jangan pikir hanya kau yang bisa membuka gerbang," ucap ZIZ. Anita dengan Fenny yang berhasil dipanggilnya mempersiapkan serangan.

David dkk yang mengejar Khaled berhasil menyusul. Khaled yang merasa kesal menyuruh kaki-tangannya yang tersisa, Kyo dan Fajar, untuk menghadapi mereka lalu pergi setelah dijemput oleh Dhidut. "Lewati kami kalau ingin mengejar Khaled!" ucap Kyo. "Sepertinya ini akan sulit," ucap Ardhie. Kyo menyerang mereka ber-empat sementara Fajar membaca mantra untuk meningkatkan kemampuan Kyo. Ardhie dkk melakukan perlawanan, namun sia-sia karena Kyo yang diperkuat mantra memiliki kekuatan yang jauh di atas mereka. "Matilah kalian..." Kyo menarik Yudi, lalu melemparnya ke batang pohon hingga wajahnya hancur. Ardhie disiksa dengan dipecut di bagian perut. David dilempar kesana kemari hingga giginya rontok. Sementara Abi hanya dibuat diam. Entah karena mereka takut atau apa.

Jauh di belakang mereka, Chitoy, Tulloh, Anto, dan Farid sedang menyusul. Namun mereka dihentikan oleh Bamby. "Langkahi dulu mayatku kalau mau lewat!" tantang Bamby. "Biar kuurusi dia, kalian pergilah!" ucap Farid. Ketiga temannya meninggalkannya mengurusi Bamby. "Aku tahu kau tidak suka padaku, karena itu..." kata Farid dengan ragu. "Apa!? Ngomong yang bener, goblok!" kata Bamby dengan kasar. Farid terluka. Dia serasa ingin menangis karena ucapan Bamby. "Ada apa ini?" Terdengar suara yang familiar. Muncul Willy dan John bersama beberapa temannya dari sektor A2. Farid dan Bamby terdiam. "Sepertinya mereka masih jauh," kata Muhgi sambil melihat GPS. Samuel dan Ardhi melihat ke sekeliling. Mendadak terdengar suara teriakan orang. "Mata-mata sudah dilenyapkan," ucap mereka berdua. John dkk pun melanjutkan perjalanan.

Sang Pangeran Arab yang terbangun dari tidur panjangnya mengajak beberapa temannya di bawah lambang SOLID untuk membantu Qbenk. Mereka bergerak layaknya geng motor menuju tempat Qbenk sedang bertarung. "Ayo kita berangkat..."

Pertarungan terus berlanjut...

Tidak ada komentar: