Minggu, 21 September 2014

Zadoy Chronicle X - 6

Perang UAS akan datang. Apa yang akan terjadi tak ada yang tahu. Keseharian itu pun berlanjut.

Setelah urusan di sekitar 48 selesai, Ibnu, Dhoni, Dojo, David, John, ZIZ, dan Willy pergi menuju Pendopo untuk mencari seseorang. Setelah melangkah sejauh beberapa meter, jarang yang sangat dekat. Kelewatan sekali kalau mereka sampai harus menaiki heli. Ardhie, Anto, Jodi, dan Tulloh yang masih lelah setelah bertarung didatangi oleh seorang LEGENDA, Yudi sang manusia setengah baja. "Ngapain kesini?" tanya Ardhie dan mendorong Yudi hingga jatuh ke selokan. Di Pendopo, Ibnu dkk bertemu dengan Ari, orang yang ingin melengserkan posisi Teddy. "Aku punya kerjaan untuk kalian dengan bayaran yang memuaskan," tawar Ari dengan suaranya yang lemas. Ibnu dkk menerimanya begitu saja. Mereka pun bergerak menuju tempat yang ditunjuk di GPS.

Balapan maut di Pinang Ranti masih berlanjut. Mereka bertiga masih mengadu nasib dengan speed di bawah 10 km/jam. Hendi bersama Nanda dan Hepi masih mengamati balapan itu. "Demi boss..." KP dan KR menggeber mobil mereka melawan mobil Simon. Simon masih unggul beberapa senti di depan mereka. "Dia dekat... aku dapat merasakannya..." Tiba-tiba ada mobil yang berjalan dengan cepat menyalip dari tengah-tengah mobl KP dan KR dan dengan mudahnya membalap mobil Simon. "Apa!?" Orang itu adalah ZIZ. "Takkan kubiarkan semua berjalan sesuai rencana Teddy!" Dari belakang pun mobil John dan Willy muncul. Dari depan mereka ada mobil Irfan sang Arabian Knight. "Lenyaplah..." Tanpa basa-basi John melenyapkan sang pangeran Arab. Balapan pun terus berlanjut. Hendi yang merasa khawatir menghubungi Robi untuk mencari bala bantuan. "Maaf, lagi sakit nih...." Hendi langsung mematikan telponnya dan menggigit jari. "Sial, bagaimana ini..." pikirnya. Sisa 1 mil sabelum garis finish. Balapan pun semakin memanas.

Tidak ada komentar: