Perang UAN pun telah berakhir. Para SISWA merasa tenang. Yang tersisa hanyalah kekecewaan dan kepuasan, entah mengapa. Namun ketenangan mereka tidak berlangsung lama karena para BIGSOME yang belum lama ini tidak jelas keberadaannya bangkit kembali. Kali ini mereka melepas dimensi praktek. Apa yang akan terjadi pada para SISWA?
Sejak penyerangan Ibnu dan kawan-kawan ke sektor A1, Hadi masih belum terlihat di sektor A1. Karena lama tak ada pemimpin, Egi mengambil tampuk kepemimpinan. Merasa keadaan sudah aman untuk kembali, Hadi baru menampakkan batang hidungnya satu bulan kemudian, dan dia dikejutkan dengan itu. "Apa yang kau lakukan disana? Itu tempatku!" kata Hadi. "Tempatmu? Orang yang bahkan kalah dari Pesuruh tak layak duduk di singgasana raja," ujar Egi. Hadi yang tersinggung mencoba menyerang Egi, namun langsung dihentikan oleh Patrick dan Heronimus yang berjaga disana. "Dia mencoba melakukan kudeta, bawa dia!" perintah Egi. Hadi pun dibuat pingsan dan dibawa ke panjara.
David, Ibnu, Dhoni, dan Dojo yang bersembunyi dari kejaran tentara A1 tinggal di sebuah kandang ayam di dekat kolam. Mereka tidak leluasa karena para tentara A1 mencari mereka secara terus-menerus. Hingga mereka mendengar ledakkan dari arah Green House. Mereka keluar dari sana dan mengintip. Mereka melihat ada beberapa orang yang sedang bertarung. Mereka ingin membantu, namun keadaan mereka sendiri sedang tidak memungkinkan sehingga mereka hanya melihat.
Farid dan Chitoy melepaskan diagram sihir terlarang, Bee-Kin Ill-Feel. Tanah pun bergetar. Ardhie dan kawan-kawan mengantisipasi serangan tersebut. Ardhie memanggil Bapet peliharaanya, Metampet dan Helipet, lalu menggabungkan dirinya. Ardhie pun maju menyerang mereka berdua. Farid terus membaca mantra sementara Chitoy menembaki Ardhie. Ardhie sang pawang bapet mampu menahan peluru dengan perlindungan dari Metamped. Jodi, Anto, dan Tulloh pun membantu Ardhie dengan melakukan serangan-serangan tak berarti. Ketika ada sebuah lempengan besi nyaris mengenai Farid, Farid membalikkannya dan terpental ke arah Tulloh. Tuloh pun terpental, terjerembab, terguling-guling dan menjadi isu dendeng babi yang menyusup di tengah-tengah dendeng sapi, menyedihkan sekali. "Dia hanya Tulloh," ucap Jodi dan terus menyerang Farid.
Di sebuah tempat yang gelap, ZIZ bertemu dengan salah satu anggota BIGSOME, Christison. "Bagaimana? Penawaran ini cukup menarik bukan?" tanya Christison. "Begitulah, sepertinya aku ikut kali ini" ucap ZIZ. "Dengan ini, ilmu Seni Rupa akan kuperkuat dalam waktu sekejap!" ucap ZIZ dan pergi dari sana.
Sejak penyerangan Ibnu dan kawan-kawan ke sektor A1, Hadi masih belum terlihat di sektor A1. Karena lama tak ada pemimpin, Egi mengambil tampuk kepemimpinan. Merasa keadaan sudah aman untuk kembali, Hadi baru menampakkan batang hidungnya satu bulan kemudian, dan dia dikejutkan dengan itu. "Apa yang kau lakukan disana? Itu tempatku!" kata Hadi. "Tempatmu? Orang yang bahkan kalah dari Pesuruh tak layak duduk di singgasana raja," ujar Egi. Hadi yang tersinggung mencoba menyerang Egi, namun langsung dihentikan oleh Patrick dan Heronimus yang berjaga disana. "Dia mencoba melakukan kudeta, bawa dia!" perintah Egi. Hadi pun dibuat pingsan dan dibawa ke panjara.
David, Ibnu, Dhoni, dan Dojo yang bersembunyi dari kejaran tentara A1 tinggal di sebuah kandang ayam di dekat kolam. Mereka tidak leluasa karena para tentara A1 mencari mereka secara terus-menerus. Hingga mereka mendengar ledakkan dari arah Green House. Mereka keluar dari sana dan mengintip. Mereka melihat ada beberapa orang yang sedang bertarung. Mereka ingin membantu, namun keadaan mereka sendiri sedang tidak memungkinkan sehingga mereka hanya melihat.
Farid dan Chitoy melepaskan diagram sihir terlarang, Bee-Kin Ill-Feel. Tanah pun bergetar. Ardhie dan kawan-kawan mengantisipasi serangan tersebut. Ardhie memanggil Bapet peliharaanya, Metampet dan Helipet, lalu menggabungkan dirinya. Ardhie pun maju menyerang mereka berdua. Farid terus membaca mantra sementara Chitoy menembaki Ardhie. Ardhie sang pawang bapet mampu menahan peluru dengan perlindungan dari Metamped. Jodi, Anto, dan Tulloh pun membantu Ardhie dengan melakukan serangan-serangan tak berarti. Ketika ada sebuah lempengan besi nyaris mengenai Farid, Farid membalikkannya dan terpental ke arah Tulloh. Tuloh pun terpental, terjerembab, terguling-guling dan menjadi isu dendeng babi yang menyusup di tengah-tengah dendeng sapi, menyedihkan sekali. "Dia hanya Tulloh," ucap Jodi dan terus menyerang Farid.
Di sebuah tempat yang gelap, ZIZ bertemu dengan salah satu anggota BIGSOME, Christison. "Bagaimana? Penawaran ini cukup menarik bukan?" tanya Christison. "Begitulah, sepertinya aku ikut kali ini" ucap ZIZ. "Dengan ini, ilmu Seni Rupa akan kuperkuat dalam waktu sekejap!" ucap ZIZ dan pergi dari sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar