Minggu, 21 September 2014

Zadoy Chronicle X - 3

Perang terus berlanjut. Para Pengawas dengan ancaman Bahasa Inggris dapat dikalahkan dengan mudah. Para SISWA pun memenangkan pertarungan ini. "Ada berita apa?" tanya ZIZ pada Ardhie. "Dhinda yang tidak terbagi Jarkom sehingga sedikit kesulitan dan menangis," jawab Ardhie. "Hee~ lalu ada tindakan apa dari Luqman?" tanya ZIZ lagi. "Entah..." Hepi yang kebetulan lewat pun memberikan info. "Deni terluka parah..." "Oleh siapa?" "Si Keriting..." "Pantas..." Setelah itu Hepi dan Nanda pun pergi. "Sepertinya tidak ada waktu lagi, pertempuran akan dimulai!"

Pertempuran Matematika pun dimulai. "Brengsek! Sulit sekali!" Banyak SISWA yang kewalahan menghadapinya. "Golden Bridge..." Jodi, Anto, Tulloh, dan Irfan menghadapi Pengawas yang memberikan senyum lebar kepada mereka dengan kombinasi Golden Bridge. Sang Pengawas pun tertegun melihat kemilau emas mereka. "Segitiga Setan!" Indra, Dichan, dan ZIZ pun mengeluarkan kombinasi mereka untuk menghadapi Pengawas yang menyebalkan. Setelah beberapa jam, pertempuran pun berakhir dengan hasil imbang. "Menyebalkan sekali pengawas yang ini..."

Beberapa jam telah berlalu setelah pertarungan itu. Kini para SISWA sedang melatih diri untuk menghadapi pertempuran yang akan datang nanti. "Ada berita buruk, ada yang bilang Dimensi X dan XX (Dirahasiakan itu) sudah hancur karena sumber jarkom telah tertangkap," ucap Wince. "Di dimensi kita bagaimana?" tanya salah seorang di sektor A3. "Kudengan seseorang dari sektor S telah tertangkap menggunakan jarkom," ucap Wince. "Semoga saja keadaan tidak dipersulit," tambahnya. Setelah pembicaraan itu, perang Fisika pun dimulai. "Invisible Hand..." Sebuah langkah awal yang digunakan sebagian besar SISWA untuk menghadapi pertempuran. Di tiap sektor ada saja kombinasi yang berbeda-beda untuk menghadapi Pengawas yang laknat. Tidak seperti saat pertempuran Matematika, pertempuran kali ini berlangsung tidak terlalu sulit, walaupun ada beberapa orang seperti Iin Sugiarti yang melakukan banyak kesalahan sehingga depresi. "Iseng-iseng yuk, gocap aja deh," kata ZIZ mengajak Iin taruhan. Jelas saja Iin menolak ajakannya.

Setelah pertempuran Fisika ada pertempuran Kimia yang menutup peperangan kali ini. Kemampuan para Pengawas tidak terlalu hebat sehingga para SISWA bisa menang mudah. "Meskipun mudah, aku masih belum yakin..." ucap ZIZ ragu. Ketika itulah datang secercah harapan. Andini pun membantunya. "Terima kasih!" ZIZ yang dipulihkan tenaganya bangkit dan menyerang Pengawas bersama-sama dengan yang lain. "Dengan serangan ini... perang akan berakhir!!!" Setelah terjadi ledakan besar, perang pun berakhir. "Terima kasih kalian sudah melewati peperangan itu dengan baik," ucap para BIGSOME.

David dan Dhoni yang tertangkap oleh Yudha dibawa ke markas A1. Mereka berdua dibawa ke kehadapan pemipin sektor A1, Hadi yang menggunakan ilmu dibalik-gesper. "David, berani sekali kau mengkhianati kami," ujar Ardiles. "Kau akan menerima ganjarannya," tambah Dimas. Dhoni dan David hany diam. "Sebagai pemimpin disini, aku berhak..." Tiba-tiba Hadi ditendang sehingga terpental. "Ibnu!" David dan Dhoni merasa senang. "Kau datang juga, Ibnu..." kata Yudha. Ibnu tidak menggubrisnya. "Tidak sopan kau!" "Masa bodoh!" Yudha pun kalah alam sekejap. "Apa ada yang membutuhkan kami?" tanya seseorang yang muncul bersama temanya. Mereka adalah Abi da Ovid, Pesuruh terhebat di penjuru dunia. "Pesuruh? Semuanya, kepung mereka!" perintah Hadi. Mereka pun mengepung Ibnu dan dua Pasuruh itu. "Hanya segini saja?" Dengan mudahnya mereka bisa lolos. "Pesuruh peringkat satu memang hebat.." puji Hadi dengan wajah kecut dan segera kabur dari sana. Dhoni dan David pun diselamatkan olah Dojo. "Dojo, kau pun berkhianat!?" teriak Patrick. "Selama bersama Ibnu, aku akan ikut kemanapun," jawab Dojo. Setelah itu, mereka pun pergi dari sektor A1.

Ardhie, Tuloh, Anto, dan Jodi yang mencurigai adanya gerakan misterius di Pendopo pergi kesana. Disana mereka dikejutkan oleh pemandangan menakutkan. Terlihat Irfan yang digantung, Dicky yang dipacung, dan Reza yang sedang nungging. "Kejam sekali... perbuatan siapa ini!?" Mereka mencari ke segala arah untuk menemukan pelakunya. "Datang juga kalian!" ucap seseorang yang mendadak muncul dari dalam Green House. "Kalian... Chitoy dan Farid!!!" Dua orang itu bergaya asik di hadapan mereka berempat. "Kali ini kami yang akan berkuasa!"

Tidak ada komentar: