Sabtu, 28 Juni 2008

REBEL SOUL Part 2

Setelah melewati pertarungan liar tersebut, para pejuang memulihkan tenaga di DP yang mereka rampas dan mereka modifikasi menjadi Pulang Cepat. ZIZ dan David mencari udara segar dengan berjalan-jalan di luar. Di tanah yang sepi ini, mereka tidak mengharapkan sesuatu yang unik akan terjadi. Namun, mereka telah menemukannya. Mereka telah menemukan sesosok makhluk bertubuh kecil berkepala botak. ZIZ dan David menangkapnya dan mereka bawa ke PC. Disana, dia ditanyai banyak hal, namun tidak mau menjawab. ”Laksanakan...” Setelah dirajam habis-habisan, makhluk itu baru mau buka mulut. Dari info yang didapatkan darinya, diketahui bahwa dia adalah Big Boss yang memegang 48 pas Ba’da Maghrib, ”Tuyul Penghancur” TEDDY SETYO AKBAR.

Diceritakan olehnya tentang kehidupan malam 48 yang mampu membuat air mata mengalir. Konon katanya, dia sering mencari mangsa di TK di dekat 48. ”Bagaimana? Apa kita ajak saja dia untuk bergabung dengan kita?” tanya Abi. ”Terserahlah...” jawab yang lain. ”Dia adalah orang yang kita perlukan untuk masa yang akan datang. Kita ajak saja dia....” ucap ZIZ. Setelah itu terjadilah kejadian yang terlihat di mata orang-orang. Teddy berubah menjadi TUYUL dan memohon izin untuk pamit. ”Bye~!” katanya sambil melambaikan tangan dan menghilang.

”H~m... jadi disini kalian berkumpul dan merencanakan pemberontakan terhadap kami?” ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di atas CP. ”Siapa kau?” tanya Willy dengan wajah yang menakutkan. ”Dia... dia yang selama ini menghantuiku... Aktivis HAM yang seharusnya sudah mati diracun... MUNIR!!!” jelas David histeris. Jelas saja semuanya tertawa.

”Dan yang dibelakangmu itu... Tatik kan?” tebak Ibnu. ”Benar sekali! Bagaimana kamu bisa tahu?” tanya Tatik. ”Kalau melihat GURU bertubuh pendek, siapa lagi yang bisa terpikirkan selain Tatik?” ledek ZIZ sambil memalingkan muka. ”Sial, kau menghinaku!!!! Rasakan ini!!!!” teriak Tatik sembari menembakkan laser dari mata kirinya. Dalam sekejap ZIZ mampu memantulkan laser itu dengan menggunakan kepala Abi. ”Jangan coba-coba menyerangku kalau kau masih membutuhkan nyawamu...” ucapnya.

”Langsung ke pokok permasalahan.... Apa kalian tahu siapa orang ini?” tanya Munir sambil menunukkan foto seseorang yang sangat familiar. ”Itu kan tuyul yang barusan...” ucap Willy. ”Jadi kalian tahu? Dimana dia sekarang?” tanya Munir. Mereka hanya tersenyum dan melirik satu sama lain. ”Akan kuberitahu... Tapi, kau jangan terkejut yah!” ucap David. ”Oke, dimana dia?” tanya Tatik. ”Dia.... ada di belakangmu,” jawab ZIZ. Tiba-tiba Munir dan Tatik dipukul dari belakang oleh sesosok tuyul kecil. Dialah Teddy, sang ”Tuyul Penghancur” yang tadi sempat muncul. ”Ada sesuatu yang lupa kusampaikan...”

Setelah mengurusi jasad Tatik dan Munir yang terkapar, Teddy mulai menceritakan suatu hal yang penting. ”Selama perang terhenti, banyak yang telah mereka persiapkan, salah satunya adalah proyek LSS yang terlalu digembar-gemborkan. Karena hal tersebut, SISWA kelas 3 yang IPS, terbengkalai dan tidak belajar, padahal UAN sudah dekat...” jelasnya. ”Justru karena itulah kita bertindak...” ucap David. ”Untuk memperbaiki pemikiran mereka yang kacau itu...” saut Ibnu. ”Kami akan mengubahnya!” tutup ZIZ. Segera setelah itu, Teddy menghilang.

Setelah itu, para pejuang pun kembali ke posnya masing-masing, kecuali Ibnu yang pergi ke suatu tempat untuk menghilangkan penat. ”Huh, IPA 3 memang menyenangkan ya~” kata ZIZ saat memasuki IPA 3. Dilihatnya, para pejuang IPA 3 yang lain telah memakai pakaian olahraga dan siap menghadapi teriknya matahari di lapangan. ZIZ pun segera mengganti pakaiannya dan pergi ke lapangan bersama yang lain. Mereka semua ingin bermain bola. Namun, lapangan telah dikuasai oleh kaum hawa sehingga mereka tidak bisa bermain.

Muncul inisiatif dari seseorang untuk memindahkan gawang ke lapangan basket. Mereka semua langsung setuju. Dengan semangat juang yang tinggi, keringat dan air mata yang menetes, dan rasa kebersamaan yang tinggi, semua gawang telah berhasil dipindahkan ke lapangan basket. Saat mereka baru mau memulai permainan, datang seorang yang tak diundang merusuh dan mengusir para SISWA dari lapangan. Dalam mengantisipasi hal itu, mereka mengungsi ke kantin untuk mencari jalan keluarnya. Dan di saat pembicaraan sedang seru serunya....

”HOI HOI!!!!!! NGAPAIN KALIAN DISINI!!!!!! NGGAK NGEHARGAIN GURU APA KALIAN!!!!!?” Dari kejauhan, datanglah Desman sambil berlari dengan kecepatan bagaikan setan. Semua SISWA yang sedang nongkrong di kantin ketakutan dan lari menghindarinya. Namun, banyak juga yang menjadi keganasan tangannya yang kegatelan, baik dari pihak adam maupun hawa. Menyedihkan sekali keadaan itu. Mereka pun kembali ke IPA 3 dengan membawa luka yang tak akan hilang bekasnya. ”Sial, apa itu perlakuan seorang guru!?” keluh seorang SISWA. ”Guru nggak bermoral dia!” saut SISWA yang lain. ”Orang seperti dia harusnya mati saja!!!!” teriak yang lainnya lagi. Desman pun menjadi buah bibir.

Jumat, 13 Juni 2008

Special Stage ~REBEL SOUL~

Bumi 20XX, beberapa tahun sejak Great War antara pihak SISWA (Super Intelligence Star World Alliance) dengan organisasi gelap pihak GURU (Great Unbelievable Racist Union), BIG SOME. Di pertarungan itu, pihak BIG SOME menderita kerugian yang terlalu besar sehingga mereka bersembunyi untuk beberapa waktu. Dunia pun kembali damai, namun tidak untuk waktu yang lama karena setelah beberapa bulan, BIG SOME kembali beraksi setelah menggalang kekuatan. Peperangan kedua pihak pun terulang. Setelah sepuluh bulan berperang, salah satu petinggi pihak BIG SOME, Sudoyo, telah menemukan senjata ampuh ZADOY+ sehingga mereka harus mengurangi aktivitasnya dan menunggu saat yang aman untuk bertindak....

“Sial... kenapa dia tidak kalah juga!? Apa dia ini monster!?” keluh David. Di hadapannya berdiri seorang anggota baru BIG SOME, Putri Zulfiati yang menguasai ilmu Biologi. ”Mau lari kemana kamu?” ledek Putri dengan nada yang mengancam. ”Maju!!!! Ovum Bomb!!! Sperma Lancer!!!!” Putri mengeluarkan senjata aliran Reproduksi untuk menyerang David yang terpojok. ”Takkan kubiarkan!!!!” Jo tiba-tiba muncul dengan Cossinus Blade dan menghentikan Sperma Lancer yang meluncur ke arah David. Dengan Buffer Dagger, Jo menghentikan Ovum Bomb Putri. ”Nyaris saja...” ucap David lega.

”Apa yang kalian lakukan!? Mengurusi yang begini saja lama sekali!!!!!” teriak Ibnu. ”Kalau memang kau mampu, majulah...” oceh ZIZ. ”Huh, aku sudah menyerah dengan Biologi...” jawab Ibnu dengan nada putus asa. Wajar saja kalau dia menyerah pada Biologi kalau harus bertatap muka dengan yang seperti itu. ”Sepertinya aku harus bertindak...” ucap Oknum Willy dengan cool. Dari tangannya keluar sebilah sabit bernama Molar Schyte. Dengan cepat Willy melesat dan menyambar Putri dengan sabitnya. ”Mau apa kamu!?” teriak Putri sembari menghentikan Willy yang baru bisa meleceti tangan Putri.

DUARRR!!!!!!! Tiba-tiba terjadi sebuah ledakkan yang mengejutkan mereka. ”Akhirnya kau datang juga...” bisik David sembari melihat ke langit. Tanpak sesosok manusia berkepala botak bernama Abi, pemakai Tabi Hammer. ”Maaf membuat kalian menunggu...” ucapnya berlagak. Sayang, kemunculannya tak terlalu berarti karena dia dibokongi Putri dengan Neuron Bytes. Abi yang tak berdaya jatuh bebas bagaikan orang yang bunuh diri di sebuah jembatan ternama di Amerika. Tidak ada yang bisa menjelaskan sosoknya setelah jatuh di tanah karena bentuknya sudah tidak karuan berkat pengaruh sensor motorik dari Neuron Bytes yang menyerangnya, lebih baik tidak tahu.

Ibnu yang tidak tahan melihat keadaan ini mempersiapkan Diagram Rumus level tinggi untuk melawan Putri. ZIZ pun memulai aksinya dengan Photo Manipulation yang mampu merubah keadaan orang sesuai dengan manipulasinya. ”Maju!!!!! RUMUS MENGAMUK!!!!!!” Serangan Rumus yang dilancarkan Ibnu mampu mengikat Putri sehingga dia tak bisa bergerak selama beberapa saat. Sebuah sinar pun keluar dari PC milik ZIZ dan mengenai tubuh Putri. Setelah beberapa saat, efek manipulasi mulai bekerja dan sosok Putri pun berubah sesuai dengan yang dibuat ZIZ. Anehnya, Putri malah bertambah ganas. ”Eh, aku melakukan kesalahan, aku malah membuatnya berubah menjadi mode Extended Sendi yang melegenda itu~ mangaaa~p ^_^!”

”GRRRROOOOAAARRRRRRR!!!!!!!” Putri yang telah berubah hilang kesadaran, menjadi kalap, gelap mata, dan menghancurkan segalanya secara membabi buta. ”AWW SHIT!!!!” teriak para SISWA. Tubuh Abi yang tidak berdaya menjadi bulan-bulanan Putri sehingga keadaannya bertambah parah, lebih parah dibanding Ovid saat jatuh dari DP yang hancur waktu itu. Dengan sekuat tenaga, mereka menghindari semua serangan-serangan Putri. ”Sial, haruskah kulakukan ini?” batin David. Sesekali David menahan pukulan Putri dengan lidahnya yang menjulur panjang. ”ZIZ! Ayo kita lakukan itu!!!!” teriaknya. ”OK!” saut ZIZ.

”Nama : David Pradipto, Kelebihan : Bungee Jumping tanpa tali sehingga pernah hampir mati dengan 30 tulang rusuk patah dan kehilangan tangan dan kaki..... SYSTEM ACTIVE... Geta David, ON” Tiba-tiba David mendapatkan tenaga yang sangat kuat dari patch yang baru saja dilakukan ZIZ dan memiliki kekuatan sepuluh kali lipat dari sebelumnya. Dengan Licker Blade di tangan kiri dan Darto Cannon di tangan kanannya, David mampu menahan semua serangan Putri tanpa kesulitan. ”Sekarang giliranku~ ♥!!!”

”Nama : Zetra Iez Zaputra, Kelebihan : Memotong kuku dengan tang potong sehingga tangannya hampir terpotong... SYSTEM ACTIVE.... ハイパーゼロモード,.... ON” Sama seperti David, ZIZ juga mendapatkan kekuatan yang tidak kalah hebat dari patch tersebut. Armor super kuat yang terbuat dari Fiber yang kini belum ditemukan membungkus tubuh ZIZ. Dengan bermacam-macam senjata terpasang pada armor tersebut, kekuatan ZIZ kini setara dengan Geta David. Dengan kekuatan tersebut, mereka berdua menggempur Putri habis-habisan. Dan pertarungan pun selesai dengan kaburnya Putri.