Beberapa masa telah berlalu sejak peperangan besar itu. Era Sixterm pun telah dilewati. Setelah berhasil menghancurkan organisasi GURU, BIGSOME yang lalim, para SISWA terus meneruskan pertempuran hingga penghujung Sixterm.
"Huh, tak kusangka kau berani menampakan wajahmu di depanku..." ujar Fauzi di hadapan David dan Yudi. Entah karena ego atau apa, dia memandang rendah kedua orang itu karena tidak memiliki prestasi pada peperangan sebelumnya. David dan Yudi menahan raa kesal menghadapinya karena sadar posisi mereka. Karena suatu hal, David menjadi buronan yang bisa dijatuhkan dimana saja. Begitu pula dengan Yudi, namun dia memiliki JaH (Jeihan al-Hakim) yang selalu melindunginya. Fauzi terus-terusan merendahkan kedua orang itu. Tiba-tiba terdengar suara dentuman. "Berisik sekali kau..." Mendengar suara itu, seercah harapan terlihat dari wajah David dan Yudi.
Dia adalah ZIZ, teman dari kedua orang itu. Disampingnya ada Ibnu, Ardhie, dan Tulloh. "Mengganggu kesenangan kami saja, apa mau kutambahkan lubang di pantatmu?" tanya ZIZ sambil menodongkan moncong pistolnya ke arah Fauzi. "Atau mau kupecahkan telurmu?" tambahnya dengan wajah meledek. Fauzi terdiam dengan wajah kecut. Tidak lama kemudian dia pun pergi.
"Bodoh kau Yud!" ucap Ardhie bercan da sambil memukul tangan Yudi. "Kapan partynya!?" tanya Ibnu. David terdam dan tersenyum, "bisa dipikirkan nanti," katanya. "Heh... Pertempuran setelah ini pasti akan menarik... Lawan kita bukan lagi BIGSOME, tapi GURU-GURU yang tidak jelas asal-usulnya," ucap ZIZ. "Seperti biasa, kita meriahkan perang nanti sebagai SISWA!" ucap Ardhie. Mereka pun pergi. Ibnu dan Ardhie pergi ke Bounty, Yudi pacaran, sementara ZIZ dan David pergi ke Tamini untuk membunuh waktu.
Di sektor A1, Hadi dan kawan-kawan sedang memikirkan rencana perang mereka. Entah darimana datangnya, Hadi punya ide untuk menggunakan senjata di-balik-gesper, namun dia menggunakan kantung. Begitulah keadaannya. Sementara itu di sektor A2, tidak terlihat rencana mereka apa, namun dengan adanya pro seperti John, Willy, Muhgi, Kinon, dan yang lainnya, peperangan yang akan datang akan mudah bagi mereka. Orang-orang di sektor A3 pun merencanakan sesuatu untuk peperangan nanti. Bagi para expert seperti Dichan, Indra, dan beberapa expert lainnya, peperangan akan berlangsung dengan menarik. Begitu pula di sektor A4, rencana mereka pun terlihat menarik. A5 pun mencari rencana untuk nanti.
Tiga tahun yang berasa bagai neraka ini akhirnya akan ditentukan dalam pertempuran 5 hari itu. Perang yang dalam catatan sejarah dikenal dengan UAN. Sebelum perang itu, beberapa SISWA memilih untuk menuntaskan masalahnya.
Saat itu, ketika ZIZ sedang sendiri, ada beberapa orang yang mencegatnya. "Orang-orang menyebalkan ini... Setelah semua masalah yang menyulitkanku, mau apa lagi mereka?" pikir ZIZ. Salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu, namun ZIZ tidak ingin menanggapinya dan meninggalkan mereka. "Setelah puas merusak namaku, kalian mau lepas dari tanggungan itu? Mati saja..." ucap ZIZ pelan, tak peduli pada orang-orang itu. Setelah melangkah beberapa meter, seseorang berdiri di depannya. Ekspresi di wajah ZIZ seakan mengatakan, "ini lagi, maunya apa, ngeselin banget deh, mending orang ini lenyap aja, dll dsb." ZIZ terus melangkah melewati orang itu seakan tidak mengenalnya. "Kalau kau tidak mau tubuhmu berlubang di 6 tempat, jangan ganggu aku, hei iblis birahi!" ucap ZIZ ketika melewati orang itu. "Kalau aku yang dulu, pasti sudah merasa berat dan meladeninya agar rasa itu hilang... Tapi sekarang berbeda, aku yang sekarang bukanlah orang yang bisa kau bodohi seperti dulu, diri ini telah menjadi setan... Devil Z" batinnya.
*Eps 1 setelah sekian lama tidak dibuat. Dulu mungkin pernah ngikutin di bulbo FS? Hehe. Cerita kali ini hanya berfokus di sekitar UAN saja. Kalo ada yang mau ditonjolin, bilang aja! OK!
-Devil Z = Fairlady Z-nya Akio Asakura di game Wangan Midnight Maximum Tune. Namanya dipake karena keren. Hehe.
-SISWA = Super Intelligence Star World Alliance
-GURU = Great Unbelievable Racist Union
"Huh, tak kusangka kau berani menampakan wajahmu di depanku..." ujar Fauzi di hadapan David dan Yudi. Entah karena ego atau apa, dia memandang rendah kedua orang itu karena tidak memiliki prestasi pada peperangan sebelumnya. David dan Yudi menahan raa kesal menghadapinya karena sadar posisi mereka. Karena suatu hal, David menjadi buronan yang bisa dijatuhkan dimana saja. Begitu pula dengan Yudi, namun dia memiliki JaH (Jeihan al-Hakim) yang selalu melindunginya. Fauzi terus-terusan merendahkan kedua orang itu. Tiba-tiba terdengar suara dentuman. "Berisik sekali kau..." Mendengar suara itu, seercah harapan terlihat dari wajah David dan Yudi.
Dia adalah ZIZ, teman dari kedua orang itu. Disampingnya ada Ibnu, Ardhie, dan Tulloh. "Mengganggu kesenangan kami saja, apa mau kutambahkan lubang di pantatmu?" tanya ZIZ sambil menodongkan moncong pistolnya ke arah Fauzi. "Atau mau kupecahkan telurmu?" tambahnya dengan wajah meledek. Fauzi terdiam dengan wajah kecut. Tidak lama kemudian dia pun pergi.
"Bodoh kau Yud!" ucap Ardhie bercan da sambil memukul tangan Yudi. "Kapan partynya!?" tanya Ibnu. David terdam dan tersenyum, "bisa dipikirkan nanti," katanya. "Heh... Pertempuran setelah ini pasti akan menarik... Lawan kita bukan lagi BIGSOME, tapi GURU-GURU yang tidak jelas asal-usulnya," ucap ZIZ. "Seperti biasa, kita meriahkan perang nanti sebagai SISWA!" ucap Ardhie. Mereka pun pergi. Ibnu dan Ardhie pergi ke Bounty, Yudi pacaran, sementara ZIZ dan David pergi ke Tamini untuk membunuh waktu.
Di sektor A1, Hadi dan kawan-kawan sedang memikirkan rencana perang mereka. Entah darimana datangnya, Hadi punya ide untuk menggunakan senjata di-balik-gesper, namun dia menggunakan kantung. Begitulah keadaannya. Sementara itu di sektor A2, tidak terlihat rencana mereka apa, namun dengan adanya pro seperti John, Willy, Muhgi, Kinon, dan yang lainnya, peperangan yang akan datang akan mudah bagi mereka. Orang-orang di sektor A3 pun merencanakan sesuatu untuk peperangan nanti. Bagi para expert seperti Dichan, Indra, dan beberapa expert lainnya, peperangan akan berlangsung dengan menarik. Begitu pula di sektor A4, rencana mereka pun terlihat menarik. A5 pun mencari rencana untuk nanti.
Tiga tahun yang berasa bagai neraka ini akhirnya akan ditentukan dalam pertempuran 5 hari itu. Perang yang dalam catatan sejarah dikenal dengan UAN. Sebelum perang itu, beberapa SISWA memilih untuk menuntaskan masalahnya.
Saat itu, ketika ZIZ sedang sendiri, ada beberapa orang yang mencegatnya. "Orang-orang menyebalkan ini... Setelah semua masalah yang menyulitkanku, mau apa lagi mereka?" pikir ZIZ. Salah satu dari mereka ingin mengatakan sesuatu, namun ZIZ tidak ingin menanggapinya dan meninggalkan mereka. "Setelah puas merusak namaku, kalian mau lepas dari tanggungan itu? Mati saja..." ucap ZIZ pelan, tak peduli pada orang-orang itu. Setelah melangkah beberapa meter, seseorang berdiri di depannya. Ekspresi di wajah ZIZ seakan mengatakan, "ini lagi, maunya apa, ngeselin banget deh, mending orang ini lenyap aja, dll dsb." ZIZ terus melangkah melewati orang itu seakan tidak mengenalnya. "Kalau kau tidak mau tubuhmu berlubang di 6 tempat, jangan ganggu aku, hei iblis birahi!" ucap ZIZ ketika melewati orang itu. "Kalau aku yang dulu, pasti sudah merasa berat dan meladeninya agar rasa itu hilang... Tapi sekarang berbeda, aku yang sekarang bukanlah orang yang bisa kau bodohi seperti dulu, diri ini telah menjadi setan... Devil Z" batinnya.
*Eps 1 setelah sekian lama tidak dibuat. Dulu mungkin pernah ngikutin di bulbo FS? Hehe. Cerita kali ini hanya berfokus di sekitar UAN saja. Kalo ada yang mau ditonjolin, bilang aja! OK!
-Devil Z = Fairlady Z-nya Akio Asakura di game Wangan Midnight Maximum Tune. Namanya dipake karena keren. Hehe.
-SISWA = Super Intelligence Star World Alliance
-GURU = Great Unbelievable Racist Union
Tidak ada komentar:
Posting Komentar