Minggu, 21 September 2014

Zadoy Chronicle X - 12

Khaled terhenti oleh gerombolan pionir A1 di ujung Pinang Ranti Road. Kedua orang yang memperebutkan gelar RAJA, Teddy dan Ari pun muncul. Keadaan makin pelik bagi Khaled. Dia bingung apakah harus menghadapi prajurit A1 atau Teddy dan Ari lebih dahulu. Sementara itu, fraksi Tulloh yang telah bertemu dengan Jodi dihadang oleh Awe dan Joce. Tak jauh di belakang mereka, Kyo, Fajar, dan Herda yang sudah menyiksa David, Ardhie, dan Yudi menghadapi Ovid beserta JaH dan beberapa temannya. Qbenk yang selesai diarak telah tersadar dan kini sedang melakukan konvoi bersama member SOLID yang lain. Setelah mengalahkan Farid, Bamby bertemu dengan Khairani dan bergerak menuju tempat Jeihan dan Ovid berada. ZIZ dan Ibnu bersama pasangannya masing-masing berjalan dengan santai melalui jalan memutar agar langsung bertemu Khaled tanpa melawan kaki-tangannya.

"Hei, tidak salah nih?" tanya Nanda. "Tidak, asal Teddy tidak lengser, semuanya baik-baik saja," jawab Hendi. "Aku agak ragu," ujar Hepi. Mereka bertiga membangun sebuah patung berbentuk tuyul yang tidak jelas asal-usulnya. Diperkirakan itu adalah patung Teddy, orang yang menurut mereka akan menjadi raja. Sejak saat itu, mereka mulai mengerjakannya dan kini patung itu hampir rampung.

"Kalian mau lewat?" tanya Joce dengan ekspresinya yang biasa. "Diamlah dan buka jalan!" ucap Chitoy lantang. "Atau kau mau merasakan kekuatan kami?" ancam Tulloh yang mengeluarkan diagram sihir Ilmu Hukum. Awe pun mengeluarkan aura hitam dari kedua kakinya. "Sepertinya kalian tidak terlalu kuat," ujar Awe. Tulloh dkk tersinggung dan menyerang kedua orang di depannya. "Begitu dong!" Tulloh mengadu kesaktiannya dengan Joce. Rangkaian Ilmu Hukum melawan Ilmu Matematika. Awe melawan Chitoy dengan pertarungan tangan kosong. Anto hanya memberikan support dengan rangkaian mantra yang tidak jelas bunyinya.

"Herda, majulah duluan," kata Kyo yang entah kenapa kehilangan semangat bertarung setelah keunculan Ovid. Herda menuruti kata-kata Kyo dan berlari ke arah Ovid. "Eit, mau ngapain!?" Dengan gesit JaH menghentikan Herda dan menjatuhkannya dengan satu tangan. Fajar tercengan melihatnya. "Bagaimana mungkin kau bisa menjatuhkan Herda yang bagai raksasa itu dengan mudah!?" tanya Fajar. "Karena dia telah melukai Yudi!!!" jawab JaH. Mereka pun terdiam. "Kekuatan apa itu...?" ucap Fajar. "Kyo!" panggil Ovid. Kyo hanya terdiam. "Kenapa kau jadi seperti itu?" tanya Ovid. Kyo merasa pusing dan tak bisa mengendalikan kesabarannya. Camera Saber pun dikeluarkan, begitu juga dengan Ovid. Kedua orang fotografi itu beradu. "Sadarlah!!!" Kyo menyerang membabi-buta sementara Ovid hanya bisa bertahan karena tidak ingin melukai teman satu hobinya.

"Lenyaplah..." John dan Willy bersama beberapa temannya terus menyusuri Pinang Ranti Road melalui jalan-jalan kecil. Mereka terus berjalan tanpa hambatan hingga mereka sampai di tempat Khaled berada. "Muncul lagi!?" ucap Khaled. John melihat keadaan di sekitar. "Lenyaplah..." John mengeluarkan jurusnya kepada Teddy dan Ari, namun tidak terpengaruh. "Bagaimana mungkin!?" kata John panik. "Wajar saja, aku kan orang yang akan menjadi RAJA... Benar... RAJA yang baru!!!" Teddy dan Ari mengeluarkan aura hitam pekat yang menjadi ciri khas mereka. Aura hitam itu menyatu dan membentuk seekor tuyul raksasa. "Akhirnya saat ini tiba juga..." ucap Hendi. "Kebangkitan Teddy, sang RAJA yang baru!!!"

ZIZ, Andini, Ibnu, dan Dozo yang melewati jalan memutar juga telah sampai ke tempat Khaled berada. "Tak ada yang bisa kita lakukan sekarang..." kata Khaled yang sudah pasrah. "Tenang saja, yang menghadapimu hanya cukup satu orang!" kata ZIZ. "Benar!!!" dari belakang terlihat seseorang. Dia adalah Abi yang seharusnya ada bersama David dkk. "Kenapa kau bisa ada disini!?" tanya Khaled. "Sejak tadi orang-orang itu menikmati penyiksaan dan pertarungan sehingga aku dilupakan. Aku melihat adanya peluang untuk lari dan aku langsung menuju kesini!" kata Abi dengan mantap meskipun tidak keren. "Abi!!! Akan kuhabisi kau!!!" Khaled pun mengeluarkan serangannya. "TMS (Twin Money Source)!!!" Abi pun menghalau serangan tersebut. "FAS(Father Agreement Support)!!!" Kedua serangan itu beradu dan mengeluarkan percikan api. "Khaled, masih ingatkah kau kejadian saat itu?" tanya Abi. "Tentu saja aku ingat! Kau telah membawaku ke dalam bahaya karena kebodohanmu!!!" Khaled terpancing emosinya oleh Abi. Orang-orang yang menonton pertarungan tersebut saling menyoraki, bahkan sampai ada yang taruhan. "Abi menang!" "Khaled pasti menang!" Mereka bertaruh bak menonton acara sabung ayam. "Abiiii!!!!!" "Khaleeeeeeddd!!!" Abi mengeluarkan Ilmu Wangan yang cukup langka di 48 dan berhasil memukul Khaled. "Guagh!" Khaled yang marah pun membalas Abi dengan memberikan pukulan di wajah. "Agh!" Kedua orang itu bertarung dengan tangan kosong. Keadaan semakin memanas. Jumlah uang taruhan pun makin meningkat. "Khaled yang bakal menang!!!" "Abi, brengsek!!!" Kini yang berkelahi pun jadi banyak, kecuali Ari dan Teddy. Mereka berdua terseret ke dalam perkelahian dan menjadi bulan-bulanan. Mereka berdua sempat kabur dari keadaan itu, namun seseorang menarik mereka dan melemparnya ke tengah-tengah perkelahian itu. Menyedihkan sekali kedua orang itu. Hendi dkk yang merasa keadaan tidak beres setelah melihat aura hitam itu menghilang segera mendatangi tempat kejadian. Terkejut sekali mereka melihat orang yang menurut mereka akan menjadi RAJA kini sedang menjadi mainan dalam sebuah tawuran. "Teddy~!!!!!"

Tidak ada komentar: